DIGITALISASI sudah menyentuh ranah media mainstream. Tidak hanya televisi, namun radio juga terdampak digitalisasi. Untuk mempertahankan eksistensinya, pengelola siaran radio harus melakukan usaha lebih.

“Untuk mengimbangi perubahan zaman, radio harus mampu beradaptasi dan berkolaborasi dengan perkembangan teknologi,” kata Sugeng Tri Wiyono, Analis Berita di Dinas Kominfo dan Statistik Kabupaten Ponorogo, saat menjadi pemateri dalam Kuliah Tamu dan Pelatihan Pembuatan Program Acara Radio Mahasiswa di Aula FUAD Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Rabu (04/12/2024).
Menurut dia, radio masih memiliki peluang memasuki era baru bersamaan perkembangan teknologi sekarang ini. Sebab, siaran radio tidak hanya terbatas pada ruang konservatif. Melainkan juga mampu berkembang dengan memenuhi ruang digital yang ada. Di antaranya, dengan munculnya platform streaming maupun podcast.
“Inovasi dan kreativitas dalam menjalankan siaran radio, baik itu radio komunitas ataupun radio komersil, dapat membuat perbedaan yang signifikan dalam menjaga eksistensinya di era modern ini,” terang mantan penyiar Radio Khusus Pemerintah Daerah (RKPD) Ponorogo yang memiliki nama panggung Panji itu.
Masih kata Sugeng, kreativitas dalam menjalankan industri siaran radio juga akan memunculkan skill-skill baru yang mampu menumbuhkan peluang baru pula. Ini berarti akan semakin banyak peluang kerja yang didapat dari adaptasi antara radio dan dunia digital.

“Misalnya dengan belajar public speaking sebagai penyiar. Nantinya bisa muncul kemampuan lain seperti menjadi konten kreator, bisa juga pengisi suara atau voice over talent,” pungkasnya. (tim kominfo)
