Dinas Kominfo dan Statistik Kawal Terus Ponorogo Sebagai Kota Kreatif Dunia

KORELASI kuat antara keterbukaan informasi publik dan status Ponorogo sebagai anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Karena itu, Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) dan Statistik Ponorogo sengaja menyatukan pemahaman seluruh perangkat daerah tentang transparansi informasi agar ekosistem kreatif terbentuk di tengah masyarakat.

“Ponorogo berada pada momentum penting untuk membangun ekosistem kreatif berbasis transparansi, partisipasi publik, dan kolaborasi internasional,” kata Ketua Bidang Kelembagaan Komisi Informasi (KI) Jawa Timur M Sholahuddin dalam forum diskusi yang berlangsung di hall Hotel Gajah Mada Ponorogo, Senin (24/11/2025).

FOTO: ERWIN SUGANDA/KOMINFO PONOROGO
Bambang Suhendro, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, saat membuka kegiatan Sinergitas Perangkat Daerah “Keterbukaan Informasi untuk Mendukung Ponorogo sebagai Jejaring Kota Kreatif Dunia”

Dinas Kominfo dan Statistik Ponorogo yang menginisiasi diskusi yang bertujuan membangun sinergitas perangkat daerah dalam mengawal Ponorogo sebagai bagian jejaring kota kreatif dunia itu. Selain Sholahuddin, juga tampil Robby Darwis Nasution, dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo, selaku narasumber.

Sholahuddin menyebut Ponorogo yang kini menjadi bagian UCCN wajib menyediakan rencana aksi kreatif secara terbuka, melakukan transparansi anggaran, menyajikan data ekosistem seni budaya, serta menyampaikan laporan tahunan kepada UNESCO. “Dengan keterbukaan informasi yang baik, Ponorogo dapat mengundang kolaborasi luar negeri, memperkuat peran komunitas budaya, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap program-program pemerintah,” terangnya.

Sementara itu, Robby Darwis Nasution menyoroti keterbukaan informasi publik sebagai mata uang global dalam jejaring kota kreatif dunia. Dia menyarankan pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID) di seluruh perangkat daerah berperan mengawal reputasi daerah dan kepercayaan stakeholder. “Keterbukaan informasi dapat memperkuat upaya pelestarian budaya mulai dari edukasi hingga pemanfaatan arsip digital,” ungkapnya.

Dia juga ikut mendorong pemerintah daerah untuk memberdayakan kreativitas masyarakat melalui pengembangan ekosistem pariwisata dan pemberian ruang bagi komunitas budaya. Dengan langkah itu, gelar UCCN tidak berhenti sebagai penghargaan tetapi menjadi motor penggerak pembangunan daerah. “Ponorogo tidak hanya menjadi contoh bagi kota kreatif lainnya di Indonesia, tetapi juga pemain yang dihormati di panggung dunia,” tegas Robby.

Diskusi yang diikuti perwakilan seluruh perangkat daerah dan kantor kecamatan di lingkungan Pemkab Ponorogo itu dibuka Plt Bupati Lisdyarita dengan perwakilan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Bambang Suhendro. Jalannya diskusi dipandu langsung Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Ponorogo Sapto Djatmiko Tjipto Rahardjo. (kominfo/dna)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *