SEIRING transformasi budaya kerja, kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) harus membiasakan diri menghemat energi. Kepala Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) dan Statistik Ponorogo Sapto Djatmiko Tjipto Rahardjo juga memilih bersepeda ketika berangkat kantor, Jumat (10/4/2026).
Padahal, pejabat senior itu sekarang juga merangkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo. Bagi Sapto, bukan masalah berangkat ke kantor tanpa naik mobil dinas karena sudah terbiasa nggowes.
“Keberhasilan efisiensi energi mudah diukur dari penurunan pengeluaran operasional pemerintah daerah. Seperti tagihan rekening listrik maupun pembelian BBM (bahan bakar minyak) setiap bulan,” kata Sapto.

Menurut dia, fleksibilitas kerja melalui work from home (WFH) dan work from office (WFO) juga bagian dari upaya penghematan energi. Sapto sengaja menerapkan WFH di Dinas Kominfo dan Statistik Ponorogo dengan komposisi maksimal 50 persen dari jumlah ASN yang ada. “Kalau di DLH prioritasnya tetap WFO karena karena berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat, terutama pengelolaan sampah,” terang Sapto.
Pihaknya melakukan pemantauan ASN yang bekerja dari rumah itu melalui daring oleh pimpinan masing-masing unit kerja. Sapto menyebutnya sebagai upaya menjaga keseimbangan antara produktivitas dan pelayanan publik.

Masih kata Sapto, perubahan budaya kerja ASN tidak lepas dari peningkatan produktivitas, efisiensi energi, dan kualitas pelayanan publik dengan pemanfaatan teknologi dan efisiensi mobilitas. “Target utamanya meliputi efisiensi anggaran operasional, resiliensi (kemampuan beradaptasi) organisasi, dan birokrasi yang lebih efektif.” (kominfo/wbi)
