DI pengujung 2025, Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) dan Statistik Kabupaten Ponorogo panen prestasi. Dua penghargaan bergengsi diraih dari ajang Jatim Public Relation Award (JPRA) 2025 sebagai Terbaik I Kategori Media Sosial (Medsos) dan Terbaik III Kategori Video Kreatif. Penghargaan juga didapat dari Policy Innovation (POIN) 2025 gelaran Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur yang menilai inovasi kebijakan di lingkungan pemerintah daerah dengan capaian terbaik IV.
Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Ponorogo Sapto Djatmiko Tjipto Rahardjo menyebut tiga prestasi itu hasil kerja keras tim dalam mengintegrasikan kebijakan publik dengan strategi komunikasi yang modern. “Alhamdulillah, kemenangan di JPRA 2025 adalah refleksi bahwa komunikasi publik Ponorogo sudah berada di jalur yang tepat. Kami berhasil menggunakan platform digital sebagai alat untuk memperkuat identitas daerah,” kata Sapto, Rabu (12/11/2025).

PRESTASI: Kabupaten Ponorogo meraih penghargaan Terbaik 1 Kategori Media Sosial pada ajang Jatim Public Relation Award (JPRA) 2025
Dinas Kominfo dan Statistik Ponorogo menerapkan strategi komunikasi yang secara konsisten fokus pada penguatan citra Ponorogo sebagai Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UCCN) dan pengoptimalan pengakuan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda (ICH) UNESCO.
“Media sosial kami adalah etalase Ponorogo di mata publik Jawa Timur dan nasional. Kemenangan ini membuktikan narasi kita tentang reog dan kota kreatif telah tersampaikan dengan baik dan mendapatkan resonansi yang positif,” tegas Sapto.
JPRA merupakan bentuk apresiasi kepada perangkat daerah Provinsi Jatim serta dinas kominfo di 38 kabupaten/kota dalam mengelola website dan media sosial sebagai kanal informasi desiminasi komunikasi publik. Penghargaan diserahkan dalam rangkaian Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 di Malang, Sabtu (8/11/2025).

Sementara itu, Dinas Kominfo dan Statistik Ponorogo mengusung policy brief berjudul “Shuttle Digital Wisata Ponorogo: Solusi Transportasi Menuju Destinasi Budaya Unggulan” meraih Terbaik IV dalam POIN 2025. Policy brief berbentuk dokumen ringkas dan berbasis data yang berfokus pada isu kebijakan tertentu untuk membantu pembuat keputusan. “Usulan berupa solusi nyata untuk mengatasi tantangan aksesibilitas menuju destinasi wisata berbasis budaya yang selaras dengan status UCCN Ponorogo,” terang Sapto.
Menurut dia, policy brief yang mengulas shuttle digital wisata itu adalah jawaban atas tantangan transformasi kebijakan publik inklusif sebagaimana harapan BRIDA Jatim. “Kami ingin menciptakan sistem transportasi yang sudah digital, terjangkau, dan merata. Semua lapisan masyarakat dan wisatawan mendapatkan akses yang mudah ke pusat-pusat budaya di Ponorogo, termasuk sentra-sentra kerajinan,” pungkas Sapto. (tim kominfo)
