empat Pembuangan Akhir (TPA) adalah salah satu penilaian untuk mendapatkan piala Adipura. Selama 5 tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tidak mendapatkan piala tersebut (Adipura,red).

Hal itu di karenakan TPA yang berada di Desa Mrican, Kecamatan Jenangan sudah dinyatakan tidak layak, pasalnya setiap hari ada 5000 ton kubik sampah yang masuk ke TPA Mrican hingga ketinggian sampah mencapai 10 meter.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sapto Djatmiko mengungkapkan, untuk pengolahan sampah sekarang ini dengan sistem ditumpuk tanah, “hal itu yang menyebabkan penilaian Adipura tidak layak,” ungkapnya, Rabu (2/5).
Sapto menjelaskan untuk lahan TPA yang sekarang luasnya 2 Ha, untuk jalan satu-satunya agar meraih Adipura diperlukannya tambahan lahan unthk TPA. “Tahun 2019 rencana Pemkab bakal membeli lahan untuk perluasan TPA,” terangnya.
Imbuh Sapto, Untuk Bupati sendiri sepertinya ada perhatian terkait pembelian lahan tersebut, “setidaknya ada 2 Ha tanah yang bakal dibeli Pemkab dengan kisaran dana Rp. 6-9 M,” imbunya.
Untuk lokasi baru ini masih berada di Desa Mrican, “karena Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Mrican paling cocok jadi TPA karena jauh dari Pemukiman serta lahan non produktif,” ungkapnya.
Untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA Mrican Dinas Lingkungan Hidup memberikan penyuluhan dan membikin rumah kompos di Kecamatan Kauman dan Kecamatan Balong. Seperti yang sudah ada di Keniten dan Tambakbayan ada pengelolaan sampah mini lokal. “Hingga saat ini banyak sampah yang masuk di TPA Mrican dari Kecamatan Balong, Bungkal, Badegan, dan Kauman,” ujarnya. (Kominfo/fdl)
0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2016 PPID KABUPATEN PONOROGO

Log in with your credentials

Forgot your details?

wso shell IndoXploit shell c99 shell instagram takipçi hilesi hacklink wordpress download hacklink Google mersin escort