INOVASI layanan terus dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Ponorogo. Paling akhir, dinas ini mulai memanfaatkan aplikasi Whatsapp untuk mengurai antrean pemohon dan pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).

Pelayanan KTP-el di kantor Dinas Dukcapil cukup lengang dan tidak berjubel.

Kabid PIAK Dinas Dukcapil Heru Purwanto berinteraksi dengan warga terkait pemanfaatan Whatsapp atau WA untuk pelayanan KTP-el

Kepala Bidang Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Dinas Dukcapil Kabupaten Ponorogo Heru Purwanto mengatakan, mulai Kamis (21/6/2018), pihaknya telah memanfaatkan aplikasi perpesanan Whatsapp untuk melayani warga yang ingin melakukan perekaman maupun pencetakan KTP-el. Warga bisa mengirimkan pesan melalui telepon pintarnya dengan format tertentu yang akan mendapat balasan dari pihak Dinas Dukcapil Ponorogo.

Seorang warga melihat brosur pengumuman pemanfaatan Whatsaap untuk layanan KTP-el.

 

“Warga bisa mengirim nama lengkap, nomor NIK dan tanggal kedatangan yag diinginkan. Maka setelah dicek oleh petugas, akan ada balasan. Kalau memang bisa dilayani di tanggal yang diinginkan, maka jawabannya adalah bisa hadir di kantor Dukcapil jam sekian. Kalau belum bisa karena ada syarat yang kurang, maka berkas yang kurang diminta melengkapi dan kapan harus hadir akan diberitahu pula, rinci sampai ke jam-nya,” ujar Heru di kantornya, Kamis (21/6/2018).

Dengan adanya layanan antrean berbasis aplikasi yang dimiliki oleh Facebook ini, pelayanan untuk setiap pemohon KTP-el sudah jelas sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama di kantor Dukcapil. “Harapannya jadi lebih efektif dan efisien bagi warga maupun bagi kami,” ujar Heru.

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Ponorogo Vifson Suisno menambahkan pemanfaatan aplikasi perpesanan ini sudah disosialiasikan ke warga sejak satu bulan lalu. Dalam berbagai kesempatan dan berbagai media pihaknya mengabarkan penggunaan Whatsapp untuk pelayanan KTP-el ini. Dan hasilnya, pada hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran, yaitu pada Kamis (21/6/2018), tidak tampak antrean yang menumpuk seperti hari-hari layanan sebelumnya.

“Dari pagi tidak terlihat warga berjubel. Ya memang ada banyak, tapi lancar dan mereka antre tidak terlalu lama. Itu karena ketahuan mereka harus datang jam berapa hari apanya,” ungkap Vifson.

Dinas Dukcapil Ponorogo mampu mencetak sekitar 300 lembar KTP-el tiap harinya. Dua mesin cetak yang ada plus satu cadangan biasanya beroperasi dari sekitar pukul 7 pagi sampai pukul 3 sore. “Tapi kadang molor dan SDM kami siap melayani sampai berkas atau permohonan habis. Untuk layanan prima ini kami siap untuk 23 layanan adminduk (administrasi kependudukan) yang diminta masyarakat,” terangnya.

Heru mengimbuhi, untuk sementara, baru layanan antrean dengan aplikasi Whatsapp yang dilaksanakan oleh Dinas Dukcapil. “Kalau ini sukses, nantinya akan ke layanan adminduk yan lain. Mungkin akte kelahiran, KK dan yang lainnya,” ujarnya.

Inovasi ini, menurut Heru, mungkin bukan yang pertama di Indonesia atau Jawa Timur. Di daerah lain bahkan ada yang sudah menggunakan aplikasi khusus buatan sendiri. “Tapi ini terobosan yang akan terus kita kembangkan di masa mendatang,” pungkasnya. (kominfo/dist)

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2016 PPID KABUPATEN PONOROGO

Log in with your credentials

Forgot your details?

wso shell IndoXploit shell c99 shell instagram takipçi hilesi hacklink wordpress download hacklink Google mersin escort